SOP AYAM MELETUP.

Sekarang bayangkan:

"Kalian ke pasar membeli kentang, wortel, dan sedikit bawang merah, lalu daging ayam. Sesampainya di rumah, ternyata kalian lupa membeli bumbu penyedap rasa sop ayam. Berlarilah kalian ke warung terdekat, berniat membeli sasa penyedap rasa sop ayam, ternyata sasa sedang habis. Yang ada hanya merk mama suka. Yasudahlah dengan terpaksa kalian memasak sop ayam dengan bahan bahan yang ada - dengan bumbu mama suka. Kalian cuci sayur nya, dan potong potong lalu jebluskan dan tambahkan air rebusan tulang2 ayam. Kalian tutup panci nya, dan kalian tinggal nonton tipi tayangan infotainment KISS kisah seputar selebritis - muaaah (eh sumpah pake muah nya ngga se), dan ternyataaaaa - sop kalian meletup letup sampe kuah nya beleberan keluar. Selesai"

Intinya, gue mo menjelaskan, kalo gue sekarang seperti sop yang lagi mo tumpah karena meletup letup emosi. HAHAHAHA panjang banget dari beli bahan2 sop ayam segala D:

Well, ga mungkin juga seh gua curcol disini, karena yang ada ya jari2 gw bisa berasep cerita tentang kepahitan hati ini. Hehehe, intinya gw hanya bingung dengan sejumlah orang yang hati nya selalu penuh dengan dendam, amarah, sirik (tapi ga pernah mo mengakui kalo dia sirik), tak mau mengampuni (pedahal juga bukan orang lain yang salah sama dia), dan pokoknya begitulah. Kalo menurut gw seh, orang yang nggak bisa mengampuni or dengan kata lain mengasihi sesama, berarti dia kurang di cintai. Karena menurut gw orang yang udah cukup dicintai, bisa mencintai orang dan treat orang dengan baik no matter what.

We can always argue dengan bilang, "kita duluan yang di zholimi..." SAAAAH di zholimi. Intinya, gimana kalo kita duluan yang di sakiti. Berarti gw berhak dong menyakiti or balas dendam, or sirik dan sensi sama si A, B, or E? Teman-teman, hati kalian ngga akan pernah at peace, dan yang ada hati kalian malah makin butek dengan segala kejahatan yang belum tentu orang lain lakukan. Jadi, it's just the matter of your perception towards other people - (yang kalian pikir bersalah, dan wajib dibalas dengan di sensiin balik).

Itu saya hari ini, tadi. Sop meletup. Untungnya Tuhan sudah matiin kompornyaaaa. Dan letupan saya pun reda sekarang.


Sometimes kita semua terlalu "sombong" untuk mengampuni, nggak mau merendahkan diri, menerima segala sesuatu dengan positif, yang akhirnya menimbulkan perpecahan. Di saat kita pecah, si jahat pun menang karna udah berhasil bikin kita terpecah belah satu sama lain.
Maukah kita mengampuni, menerima sesama dan mencintai orang yang kita anggap musuh kembali seperti saudara kita? ---> terdengar seperti TEMA PASKAH APP kan, tapi coba direnungkan, jangan di "HALAH-APA2AN-SEH-NEH"kan.

Cuba. Direnungkan.



Comments

  1. Gw pikir lo mau cerita tentang masakan lo...... tapi, POST YG BIJAK untuk direnungkan :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts